Kemudian kalau yang bentuknya kotak model TIP berikut ini maka Basisnya ada di sebelah kiri,Colektor tengah dan Emitor sebelah kanan.Jadi kebalikan dgn transistor yang kecil-kecil tadi.lni sudah standar internasional.Tapi bila anda akan memasang lebih baik anda ukur dulu untuk memastikan. Contoh Transistor model TIP :
Basis ada di kaki paling Kiri
Colektor Tengah & Emitor Kanan
Transistor NPN
Lalu Basis dan Emitor yang mana???
Lebih baik anda lakukan pengukuran
saja,cara ngukur sama dgn ngukur transistor biasa pada umumnya.Colektor sudah
jelas maka lebih mudah ngukurnya.
Bila anda belum mengetahui jenis
transistor NPN atau PNP,maka gunakan salah satu colok multi (negatip atau
positip),sebagai tumpuan untuk ngukur.
Misalnya colok negatip anda
hubungkan salah satu kaki,kemudian colok positip di pindah-pindah,jarum gerak
atau tidak.
Kalau tidak gerak kemudian colok positip sebagai
tumpuan,lalu colok negatip dipindahpindah.Bilajarum bergerak berarti basisnya
sudah ketemu,yaitu yang jadi tunpuan tadi dan kaki satunya berarti emitor.
Basis colok multitester positip
berarti transistor jenis PNP.
Bila Basis colok multitester
negatip berarti jenis NPN.
Hal ini sudah sering saya jelaskan
pada pengukuran transistor.
Sebenarnya kode yang tercantum
pada body transistor sudah menentukan jenis NPN atau
PNP.Baik itu transistor kecil atau
TIP maupun jengkol.
Kalau transistor jengkol kodenya
2N adalah jenis NPN.
Kalau transistor jengkol kodenya
MJ adalah jenis PNP.
Transistor jengkol yang sering di
gunakan pada power ampli adalah seri 2N3055 dan VJ2955.Biasanya pada power
ampli 150 watt atau 300 watt.
Untuk menentukan Basis dan Emitor pada Transistor Jengkol secara fisik sebenarnya sudah kelihatan , walaupun tidak diukur sudah bisa ditentukan . Beikut rangkaian yang sudah terpasang di Amplifier :

